
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Ad dzariyat:56)
Oleh :
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
A. Definisi Ibadah
Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
[1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
[2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
[3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap.
Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.
Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman:
“Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58]
Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah).
B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar
Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan).
Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang mukmin:
“Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]
“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah.” [Al-Baqarah: 165]
“Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” [Al-Anbiya': 90]
Sebagian Salaf berkata [2], “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja, maka ia adalah zindiq [3], siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja, maka ia adalah murji’[4]. Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf, maka ia adalah haruriy [5]. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb, khauf, dan raja’, maka ia adalah mukmin muwahhid.”
C. Syarat Diterimanya Ibadah
Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” [6]
Agar dapat diterima, ibadah disyaratkan harus benar. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat:
[a]. Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
[b]. Ittiba’, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajib-nya taat kepada Rasul, mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” [Al-Baqarah: 112]
Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Syaikhul Islam mengatakan, “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah, dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan, tidak dengan bid’ah.”
Sebagaimana Allah berfirman.
“Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya.” [Al-Kahfi: 110]
Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah, Muhammad Rasulullah.
Pada yang pertama, kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Pada yang kedua, bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat. [7]
Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?”
Jawabnya adalah sebagai berikut:
[1]. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. Maka, beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” [Az-Zumar: 2]
[2]. Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata. Maka, barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya, maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’.
[3]. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka, orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya, berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan).
[4]. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri, maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah. Jika demikian halnya, maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan, padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya.
D. Keutamaan Ibadah
Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia, mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, nis-caya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” [Al-Mu'min: 60]
Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia, dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung, kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah.
Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya, dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi.
Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya, bahkan sangat darurat membutuhkannya. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah, fakir (butuh) kepada Allah. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman, demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah. Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman, karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya, keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah, maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu, tidak akan lama, bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya.
Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya, maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang, dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. Maka, barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. Maka dari itu, hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya.
Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak ada kebahagiaan, kelezatan, kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb, Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja, sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain.[9]
Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit, semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang.
Termasuk keutamaannya juga, bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk, ketergantungan, harap dan rasa cemas kepada mereka. Maka dari itu, ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja.
Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka.
[Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang Shahih, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan ke 2]
__________
Foote Note
[1]. Pembahasan ini dinukil dari kitab ath-Thariiq ilal Islaam (cet. Darul Wathan, th. 1421 H) oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd, al-‘Ubudiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Abdul Hamid, dan Mawaaridul Amaan al-Muntaqa min Ighaatsatul Lahafan oleh Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Abdul Hamid.
[2]. Lihat al-‘Ubuudiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Halaby al-Atsary (hal. 161-162), Maktabah Darul Ashaalah 1416 H
[3]. Zindiq adalah orang yang munafik, sesat dan mulhid.
[4]. Murji’ adalah orang murji’ah, yaitu golongan yang mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman, iman hanya dalam hati.
[5]. Haruriy adalah orang dari golongan khawarij yang pertama kali muncul di Harura’, dekat Kufah, yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa besar adalah kafir.
[6]. HR. Muslim (no. 1718 (18)) dan Ahmad (VI/146; 180; 256), dari hadits ‘Aisyah Radhiyallahu anha.
[7]. Lihat al-‘Ubudiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid (hal. 221-222).
[8]. Lihat surat Al-Maa-idah ayat 3.
[9]. Mawaaridul Amaan al-Muntaqa min Ighatsatul Lahafan (hal. 67), oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid
10 August 2007 at 5:02 am
Assalamualaiku,Abu afif, alhamdulillah nemu tulisan yang bersumber ulama indonesia terpercaya, semoga bermanfaat buat ana, dan Alloh merahmadti Ustad Jawas,barokalllohufiikum
30 December 2007 at 5:30 pm
Assalamualaikum, makasih ya dah berbagi Ilmunya
29 February 2008 at 10:36 am
Assalamu’alaikum wr wb,
Alhamdulillah, bertambah ilmu hari ini.
Terimakasih.
3 March 2008 at 12:30 pm
Assalamu’alaikum. Terimakasih Atas Ilmunya.
22 May 2008 at 11:04 am
alhamdulillah mudah-mudahan ilmu ini dapat saya terapkan kepada orang-orang yang kurang memahami masalah ibadah dalam islam
19 January 2011 at 6:31 am
Itu ide bagus Akhi..
Salam Sukses dalam perjuangan Islam Rahmatan lil Alamin..
12 August 2008 at 11:41 am
Assalamualaikum, saya ingin minta bantu sikit.. kami ada assignment bertajuk “Kesempurnaan berwuduk dan kesannya terhadap ibadah” saya harap anda dapat membantu saya… Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang setimpal.
21 August 2008 at 3:46 pm
assalamualaikum, saya juga ingin meminta bantuan. saya sdg menyiapkan assignment bertajuk” sesungguhnya setiap perbuatan itu adalah berdasarkan niat.” pengertian ibadah dan sejauh manakah kepentingannya dalam pembinaan peribadi muslim. saya sedikit confuse ttg tajuk ini. saya berharap tuan dapat membantu saya
26 August 2008 at 7:11 am
bagus jugakinfo nie tapi leh tamba cikit tak.apa peranan ibadah???
30 August 2008 at 7:48 am
alhamdullilah…hari ini saya dapat banyak pengajaran…saya ada assignment tentang konsep ibadah dalam islam…so,sesapa yg dpt bantu saya saya ucapkan terima kasih..
8 September 2008 at 9:27 pm
assalamualaikum.salam kenal dan site ini sangat sederhana tapi isinya luar biasa
24 October 2008 at 1:28 pm
assalamualaikum
sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas tulisannya, semoga Allah memberi kita kelebihan yang lebih banyak lagi dari ini dan bisa menulis yang banyak.
SYUKRON
JAZA KUMULLALLAH KHIRON KATSIRON
22 February 2009 at 6:10 am
asalamualaikum,
thnx sebab melalui informasi ini,banyak input yg saya perolehi..
memudahkan saya untk menyiapkan tugasan CTU101….
………..”SYUKRON JAZIILAN”………..
SELAMAT MAJU JAYA AYA DOAKAN……….
5 April 2009 at 5:42 am
TERIMAKASIH ATAS ILMU YANG DIBERIKAN.. SEMOGA RAHMAT ALLOH SELALU TERCURAH UNTUK AND..AMIN..
16 April 2009 at 4:14 pm
shalat termasuk ibadah, tapi ibadah bukan hanya sholat kan, Lebih luas lagi….??
Sholat ada 2 kn???
6 May 2009 at 11:40 am
AS5ALAMU’ALAIKUM….MAKCIH YA TAS PENJLASAN’A,,,TP TMBHIN DUNKS PENGERTIAN IBADAH DALAM ARTI LUAS N SMPIT?????
16 June 2009 at 11:39 pm
Aslm..salam kenal..
Mas makasih atas artikel2nya yang sangat membantu saya dalam menyeleseikan tugas saya,
19 June 2009 at 3:34 pm
Assalamualaikum wr wb.
Jazakumullahu khoiron katsiiroo.
Terimakasih atas bisa terbacanya postingan ini olehku, dan perhargaan yang yang tinggi kepada penulis postingan di atas.
10 July 2009 at 2:15 am
Jazakalaahu khoiron katsiir, Insyaallah ilmunya akan sy sebar.
14 August 2009 at 6:47 am
Assalamualaikum….makasih bnyk dah mmbagi ilmu¥
28 November 2009 at 2:35 am
Ass…..Alhamduliah dah dapatkan penjelasan ibadah yang baik dan saya sependapat, trims wassalm
26 December 2009 at 3:50 am
AsSs……. Terima kasih banyak dan semoga tuhan membalas kebaikan anda tapi saya minta tlg tambahkan tentang Syarat suatu perbuatan dikatakan Ibadah,Terimakasih wasssalaam
31 January 2010 at 8:10 am
terima kasih
19 February 2010 at 7:31 am
terimakaasih atas bantuannya wss
22 February 2010 at 1:46 am
aslm. saya izin nih mo downloud ya atas artikelnya
6 March 2010 at 5:29 am
ass.makasih yaa tas ilmunya….ni dah bantu aku ngerjain tugas aqidah dan akhlak…
25 April 2010 at 9:50 am
alhamdulillah,,,trimakasih atas infonya…
5 May 2010 at 3:26 pm
Assalamu’alaikum.
alhamdulillah,skarang saya menjadi lebih paham tentang makna ibadah. saya sedang mencaritahu kakekat HIDUP ADALAH IBADAH. Sepertinya indah sekali kalo semua yang kita lakukan dalam hidup ini adalan untuk ibadah. setelah saya membaca artikel diatas, apa pertanyaan yang terbesit dalam benak saya, mengapa orang yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja, maka ia adalah zindiq,orang yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja, maka ia adalah murji’,orang yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf, maka ia adalah haruriy??? tolong saya diberi penjeasannya. Semoa Allah membalaskan kebaikan anda.amin
27 May 2010 at 6:18 am
IBADAH MAHZOH N IBADAH GHAIRU MAHZOH APAAA???? YAHHH????
1 June 2010 at 6:07 pm
alhamdulillah setelah membaca artikel ini menumbuhkan rasa ke inginan untuk memperbaik ibadah kpda allah.
1 June 2010 at 6:09 pm
maaf lupa bilang makasih kepada yg buat artikel ini.
MAKASIH YA
15 June 2010 at 1:39 am
Syukron ustadz atas ilmunya buat kami
10 July 2010 at 2:06 pm
suke sangat
17 August 2010 at 6:43 am
makasih atas ilmunya. dengan membaca kita mempunyai wawasan yang lebih tinggi tauuuu……..
11 January 2011 at 5:04 am
izin coppy
19 January 2011 at 6:32 am
silahkan..
19 January 2011 at 6:29 am
Asslamu A’laikum Wr. Wb..
Semoga saja Tulisan2 seperti ini dapat menjadi budaya dan keasyikan bagi setip orang untuk menggali dan membacanya dan melihat indahnya islam,dengan tata cara kemudahan dalam Ibadah yang ditetapkan pada setiap yg mukallaf…
terimakasih buat para Ustazd kami yg sellu memberikan penjelasan yg tepat, semoga dapat kami amalkan, dan ibadah kita sama2 diterima oleh Alloh SWT…
Amiinnn
Wssalam…
9 March 2011 at 12:29 pm
Tulisan keren
Izin nyimak dan copas ya~~
Sukses dan semangat
24 April 2011 at 7:48 am
maaf,, mhon referensi y yang lengkap agar g rgu2 dlm mngambil ilmu dr artikel ini….
25 May 2011 at 6:18 pm
Bismillahirrohmanirrohim…
Barokallohu fik Ustadz. Afwan saya izin copy untuk disampaikan pada diri ana, keluarga dan ikhwan serta akhwat yang lain.
25 June 2011 at 2:30 pm
mohon izin copy untuk sharing
1 August 2011 at 12:39 pm
artikelnya bagus, ijin copy ya akh, jazakallohu khoiron
2 August 2011 at 8:58 am
Artikel ini sangat bermanfaat sebagai acuan utk ceramah ramadhan.
7 August 2011 at 2:04 pm
asslamualaikum… terimakasih atas ilmunya. ^_^
4 December 2011 at 8:10 am
kinhhhghuiiffutrsstdddutbctdgcdcvgddtdcgddcycfdnfytjyjyufybcyjfyd
13 August 2011 at 6:25 pm
As happy as God and fear Him, then that happiness will not be stopped and not lost, and that perfection and beauty and happiness are essential. So, whosoever wills let him pursue happiness eternal worship of God alone. Therefore, only those experts who are human beings worship sejatilah happiest and most roomy chest.
Nothing can pacify and reconcile and make someone feel the real pleasure which he did except the worship of God alone. Rahimahullah Imam Ibn al-Qayyim said, “There is no happiness, delicacy, pleasure and goodness of heart but if he believed in God as your Lord, the Almighty Creator and his worship only to Allah, as the top goal and the most beloved than others. [9 ]
Including the primacy of religious worship that can relieve a person to perform the various virtues and leave misguidance. Worship can entertain someone when hit by disasters and to alleviate the burden of suffering hard times and experienced the pain, all that he accepted gracefully and calm souls.
Including its primacy as well, that a servant with his worship to his Lord can free themselves from the shackles of servitude to the creature, dependence, hope and anxiety to them. Therefore, he feels confident and high-minded as he hoped and feared only to Allah.
Primacy of the greatest worship that worship is the main cause for attaining the good pleasure of Allah Subhanahu wa Ta’ala, go to Heaven and survived the torment of Hell.
[Copied from the book Basic Principles of Islam Demand that the Qur'an and Sunnah is Saheeh, author Yazid bin Abdul Qadir Jawas, publisher of At-Taqwa Library Po Box 264 Bogor 16001, Moulds to 2]
__________
Foote Note
[1]. This discussion is quoted from the book of ath-Thariiq ilal Islaam (cet. Darul Wathan, th. 1421 H) by Shaykh Muhammad ibn Ibrahim al-Hamd, al-’Ubudiyyah by Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah tahqiq Shaykh ‘Ali Hasan ibn’ Abdul Hamid, and Mawaaridul Amaan al-Muntaqa min Ighaatsatul Lahafan by Shaykh ‘Ali Hasan ibn’ Abd al-Hamid.
[2]. See’Ubuudiyyah by Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah, tahqiq Shaykh ‘Ali ibn Hasan ibn’ Ali ‘Abd al-Hamid al-Halaby Atsary (p. 161-162), 1416 H Maktabah Darul Ashaalah
[3]. Zindiq are hypocrites, misguided and mulhid.
[4]. Murji ‘are Murji’ah, the group who said that charity is not part of faith, faith only in the liver.
[5]. Haruriy is one of the groups Khawarij, which first appeared in Harura ‘, near Kufa, who believes that the great sin of believers who are infidels.
[6]. HR. Muslim (no. 1718 (18)) and Ahmad (VI/146; 180; 256), from the hadeeth of ‘A’isha radi anha.
[7]. See’Ubudiyyah by Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah, tahqiq ‘Ali Hasan’ Ali ‘Abd al-Hamid (p. 221-222).
[8]. See Al-Maa-idah paragraph 3.
[9]. Mawaaridul Amaan al-Muntaqa min Ighatsatul Lahafan (p. 67), by Shaykh ‘Ali Hasan’ Ali ‘Abd al-Hamid
16 September 2011 at 3:11 pm
alhamdulillah…dengan adanya artikel inii saya jd mngrti secara meluas ap makna ibadah,,terutama dlm khdpan shri= saya kurang mnrpknny smpi 100%. trims atas pnjelasannya !!!
30 September 2011 at 10:32 am
syukron atas ilmu’a
1 November 2011 at 3:11 pm
Sebuah informasi yang baik buat hal yang baik juga..
Semoga kita semakin taat beribadah,,,,
17 February 2012 at 7:46 am
Assalamu’alaikum wr.wb,,,
sebelumnya saya ucapkan terima kasih. karna setelah saya membacanya saya jadi lebih mengetahui apa itu ibadah. semoga untuk yang lain juga bermanfaat…
Amin.
18 February 2012 at 9:48 am
Ibadahh
15 April 2012 at 11:01 am
Assalamu’alaikum Abu Afif, salam kenal. Tugas manusia di bumi adalah untuk beribadah kepada ALLAH SWT.
18 April 2012 at 5:46 am
alhamdulillah di internet itu bukan yang porno aja. jaza kumulloh khoiron kasiron
17 June 2012 at 3:41 pm
ini baru berkualitas perbedaaan ibadah dan muamalah apa?
20 July 2012 at 12:26 pm
alhamdulillah ini merupakan suatu ibadah juga buat kita hamba allah, terikasih ilmunya ini sangat bermanfaat buat kita pelajari.
ijin copy buat saya pelajari. terima kasih
11 September 2012 at 4:53 pm
mohon ijin copy ya…… untuk sering
13 September 2012 at 3:47 pm
terima kasih atas wawasan nya ea?
20 September 2012 at 5:27 pm
Assalamualaikum wr.wb.
terima kasih untuk karena telah saling copas-mengcopas dari sumber yang lain.
13 November 2012 at 4:45 pm
subhanallah, artikel ini sangat memotivasi saya untuk berubah menjadi manusia yang lebih ber.AKHLAK
20 November 2012 at 2:29 am
terima kasih atas perkongsian ilmu ini…..